Agen Wechat Baccarat – Privet, Moskow!Agen Wechat Baccarat Online | Bandar Wechat Baccarat | Taruhan Wechat Baccarat

Agen Wechat Baccarat – Penantian panjang itu tuntas ketika pesawat Qatar Airways bernomor QR233 mendaratkan saya dan beratus-ratus penumpang di Domodedovo International Airport, Moskow. Inilah momen puncak saya sebagai jurnalis.

Buat jurnalis olahraga, meliput Piala Dunia bisa diibaratkan ‘Naik Haji’, layaknya seorang fans tim sepakbola Eropa yang menonton langsung tim kesayangannya di stadion. Ada kegembiraan tersendiri sebagai seorang penggemar sepakbola, tapi di sisi lain ada tanggung jawab besar untuk memberikan yang terbaik, tak cuma untuk institusi melainkan juga ke para pembaca.

Piala Dunia tak diragukan lagi merupakan salah satu pesta olahraga terbesar, dinantikan penggila bola di seluruh penjuru dunia dan dilahap habis-habisan para pewarta. Inilah panggung akbar untuk para pesepakbola menegaskan eksistensinya. Sementara puluhan ribu orang berbondong-bondong datang ke tiap pertandingannya, FIFA dan Local Organizing Comittee (LOC) senantiasa berupaya menjaga keamanan pagelaran.

Salah satunya dengan menyaring ketat para pewarta. Selain 32 negara peserta, FIFA dan LOC membatasi jatah peliput dari negara-negara lainnya. Indonesia, sekalipun dikenal sebagai negara gila bola, mesti menyadari belum pernah terlibat langsung dalam pesta ini. Memang kita pernah tampil di Piala Dunia 1938, tapi ya tentu saja saat itu belum ada yang namanya Republik Indonesia, melainkan Hindia Belanda.

Namun yang mengherankan adalah Indonesia mendapat jatah 10 peliput, yang cukup mengherankan untuk para jurnalis dari negara lain. Sebagai perbandingan, negara-negara Arab nonpeserta hanya mendapatkan jatah maksimal lima pewarta. Bahkan Arab Saudi yang tampil di putaran final ini saja tak dapat jatah terlalu banyak, 20 wartawan.

Artinya Indonesia mendapatkan semacam keistimewaan di Piala Dunia kali ini, sehingga publik tanah air bisa menikmati arus informasi dari Rusia dengan cukup deras. Makin banyak wartawan yang meliput, makin banyak cerita yang dibagikan bukan?

Tengok saja negara tetangga kita, Vietnam, yang cuma mendapat empat jatah peliput dari FIFA yakni dua wartawan tulis dan dua pewarta foto.

Perjalanan ke Rusia harus diakui melelahkan, 17 jam dari Jakarta ke Moskow tak bisa tak membuat tubuh pegal di sana-sini. Namun rasa lelah itu seketika terasa hilang ketika kartu akreditasi pewarta Piala Dunia 2018 terkalungkan di leher, Rabu (13/8/2018) ini. Kartu ini pula yang akan menjaga semangat untuk menempuh jarak panjang dari rumah sementara di Moskow ke Luzniki Stadium, yang rata-rata memakan waktu satu jam.

Setidaknya saya bisa mengibaratkan diri tengah mengejar trofi tersendiri di Rusia kali ini, sebagaimana tim-tim memburu trofi berbahan emas 18 karat di ajang yang dimulai 14 Juni esok. Ini momen yang cukup sepadan dengan kenyataan mesti jauh dari keluarga saat lebaran.

Tantangan pasti ada, mulai dari bahasa sampai jarak antar kota Rusia yang sedemikian jauhnya. Tapi izinkan memulai perjalanan ini dengan mengatakan: Privet Moscow!

Admin : ubcwin